1. Menjadi teladan (Qudwah): seorang naqib harus lebih mengamalkan apa yang ia sampaikan sebelum memerintahkan binaannya, mencakup keistiqomahan dalam ibadah, akhlak mulia, dan kedisiplinan di dalam dakwah.
2. Orang yang selalu menjaga interaksi dengan alquran .
Menjaga interaksi dengan alquran : mengajak binaan untuk terus berinteraksi dengan alquran melalui tilawah, tadabur, dan menjadikan alquran sebagai rujukan utama dalam berfikir dan bersikap. Qs. Alfathir:32. Mendhalimi diri sendiri, pertengahan, berbuat kebaikan dengan izin Allah.
Jangan menjadi orang lalai Qs.30.
3. Menanamkan rasa percaya dan cinta
A. Allah dan rasululloh
B. Manhaj dakwah
C. Antar sesama anggota
D. Kepada kepemimpinan dakwah
4. Mampu mengelola waktu dan kesungguhan
Mengingatkan bahwa beban kewajiban dakwah jauh lebih banyak ketimbang waktu yang tersedia ; naqib harus membantu binaannya mengatur waktu dengan efisien tanpa kesia-siaan.
Binaan agar bersungguh-sungguh dalam menjalankan tarbiyah dan dakwah.
5. Menghidupkan ukuwah
Menghidupkan ukhuwah : memperkuat ikatan hati secara praktis, bukan sekadar teori
6. Menjaga lisan dan adab
Ucapan seseorang menentukan keselamatan, kualitas keimanan.
Berkata baik atau diam
7. Memahami rintangan dakwah (Aqobatud dakwah)
Aqobatud dakwah adalah berbagai rintangan
Rintangan internal
1. Kurangnya pemahaman agama islam
2. Kurangnya keikhlasan
Perbaharui niat dalam berdakwah
3. Kelelahan dan keputusasaan
Solusi : Membentuk komunitas
Rintangan eksternal
1. Tantangan media sosial
2. Sekulirisasi dan liberalisme
3. Kurangnya dukungan pemerintah dan masyarakat.
Dakwah seringkali di anggap sebagai ancaman oleh sebagian pihak.
Solusi : melakukan dakwah dengan pendekatan hikmah dan membangun relasi yang baik dengan pihak berwenang.
Solusi menghadapi rintangan:
1. Memiliki sabar dan keikhlasan
2.
3.
4. Memanfaatkan teknologi
5. Mencari dukungan /menjalin komunitas yang solid /berkolaborasi
Cari dukungan, berkolaborasi dengan lembaga dakwah yang memiliki visi dan misi yang sama.
Manajemen Usroh Produktif
QS. Annahl : 68-69
Poin-poin penting yang sangat penting kita refresh:
1. Kualitas kehadiran dalam pertemuan grup (diri sendiri, grup yang diamanahkan)
2. Kualitas kehadiran dlm setiap wasilah tarbawi dan organisasi lainnya
3. Infak
4. Memiliki binaan
5. Kualitas pembinaan L0-L2
6. Rekruitmen tanpa henti
7. Proda berupaya memberikan dukungan dalam berbagai aspek seoptimal mungkin.
Poin-poin penting terkait grouping :
1. Grouping sedang di racik oleh FK3K (mencapai 90%)
2. Sumber data grouping dari basis data P dan S.
3. Pemindahan grup seseorang secara real menunggu keputusan wilayah
4. Pembentukan grouping diutamakan untuk support thulaby
Kedu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar